Masukan Terpopuler

Minggu, 21 Agustus 2011

9 Cara Membuat Otak Anak Jadi Genius

oleh : Fathoni Noer Hidayat


cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.
1. Belajar Musik
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.
2. Beri minum Air Susu Ibu
Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain
menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.
3. Tingkatkan kesehatan
Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan
antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari
Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.
4. Permainan
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.
5. Menolak junk food
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.
6. Memupuk rasa ingin tahu
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.
7. Membaca
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan
pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.
8. Makan pagi
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.
9. Bermain permainan pengasah otak
Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang
intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang
bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.
Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus
sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.
Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah,
mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”

Sabtu, 18 Juni 2011

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT PROFESIONAL PEMULA

(resti lestari, S.Kep.Ners)
Melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijakan umum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/ atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok dan komunitas berdasarkan kaidah – kaidah keperawatan mencakup :
Menerapkan konsep, teori dan prinsip ilmu humaniora, ilmu alam dasar, biomedik, kesehatan masyarakat dan ilmu keperawatan dalam melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok, komunitas dan masyarakat.
Melaksanakan pelayanan dan atau asuhan keperawatan secara tuntas melalui pengkajian keperawatan, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan tindakan keperawatan, implementasi dan evaluasi, baik bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada Klien/Pasien yang mempunyai masalah keperawatan dasar sesuai batas kewenangan, tanggung jawab, dan kemampuannya serta berlandaskan etika profesi keperawatan.
Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara sistematis dan memanfaatkannya dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
Bekerjasama dengan anggota tenaga kesehatan lain dan berbagai bidang terkait dalam menerapkan prinsip manejemen, menyelesaikan masalah kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan dan asuhan keperawatan.
Melaksanakan sistem rujukan keperawatan dan kesehatan

Menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan :
Menerapkan teori menejemen dan kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi setempat dalam mengelola asuhan keperawatan.
Melakukan perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Bertindak sebagai pemimpin baik formal maupun informal untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dari anggota – anggota tim kesehatan dalam mengelola asuhan keperawatan.
Menggunakan berbagai strategi perubahan yang diperlukan untuk mengelola asuhan keperawatan.
Menjadi role model profesional dalam mengelola pelayanan asuhan keperawatan

Berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan/ asuhan keperawatan
Mengidentifikasi masalah kesehatan maupun keperawatan berdasarkan gejala yang ditemukan dalam lingkungan kerjanya sebagai informasi yang relevan untuk kepentingan penelitian.
Menggunakan hasil – hasil penelitian dan IPTEK kesehatan terutama keperawatan dalam pelayanan keperawatan sesuai standard praktek keperawatan melalui program jaminan mutu yang berkesinambungan.
Menetapkan prinsip dan teknik penalaran yang tepat dalam berfikir secara logis dan kritis.

Berperan secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien dalam kemandirian untuk hidup sehat.
Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pengajaran dan pelatihan dalam bidang keperawatan
Menetapkan prinsip pendidikan untuk meningkatkan kemandirian pasien, peningkatan kemampuan dalam pemeliharaan kesehatannya.
Menganalisa berbagai ilmu pengetahuan keperawatan dasar dan klinik dalam memberikan pendidikan kepada pasien

Mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesional.
Menerapkan konsep – konsep profesional dalam melaksanakan kegiatan keperawatan.
Melaksanakan kegiatan keperawatan dengan menggunakan pendekatan ilmiah.
Berperan sebagai pembaharu dalam setiap kegiatan keperawatan di berbagai tatanan pelayanan keperawatan/ kesehatan.
Mengikuti perkembangan dan menerapkan IPTEK secara terus menerus melalui kegiatan yang menunjang.
Berperan serta secara aktif dalam setiap kegiatan ilmiah yang relevan dengan keperawatan

Memelihara dan mengembangkan kepribadian serta sikap yang sesuai dengan etika keperawatan dalam melaksanakan profesinya
Melaksanakan tugas profesi keperawatan mengacu kepada kode etik keperawatan mencakup komunikasi, hubungan perawat dengan Klien/Pasien, perawat dengan perawat, perawat dengan profesi lain.
Mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
Bertindak serasi dengan budaya masyarakat dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Berperan serta secara aktif dalam pengembangan organisasi profesi.
Mengembangkan komunitas professional keperawatan

Berfungsi sebagai anggota masyarakat yang kreatif , produktif, terbuka untuk menerima perubahan serta berorientasi kemasa depan, sesuai dengan perannya
Menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk membantu menyelesaikan masalah masyarakat dibidang kesehatan.
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang kesehatan dan keperawatan dengan memanfaatkan dan mengelola sumber yang tersedia.
Memilih dan menapis perubahan yang ada untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.
Memberi masukan pada berbagai lembaga pemerintah dan non pemerintah tentang aspek yang terkait dengan keperawatan dan kesehatan.

GURU HEBAT

Siswa mengharapkan kehadiran guru yang hebat. Bagi siswa , guru yang hebat tidak melihat izajah atau banyaknya sertifikat, tetapi guru hebat adalah guru yang dapat memberikan berbagai kebutuhan kemampuan kepada siswa. Jadi menurut saya , dari hasil pengamatan, siswa mengharapkan guru yang multi kemampuan. Kemampuan yang harus dipunyai adalah sebagai berikut : menguasai bidang pelajarannya,, menguasai min satu bidang keterampilan, menjadi agamawan, tidak buta terhadap TIK , Olahraga, kesenian. Mungkin itu yang diharapkan oleh siswa. Seorang guru matematika akan disukai oleh siswanya apabila dibarengi dengan penguasaan terhadap musik misalnya, sehingga ketidaksukaan terhadap matematika akan tertutupi oleh musik.
. Guru X  adalah guru matematika , sekarang kuliah lagi S-1 jur. tek informatika, alangkah bagusnya kolaborasi antara matematika dan Informtika, tetapi izajahnya hanya dihargai 5 poin pada DUPAK. padahal ilmu informatikanya sangat bermanfaat bagi semuanya, siswa, guru, sekolah. Pemerintah lebih menghargai guru Y adalah guru matematika juga , kuliah di S-2 kampung habis 30 jt. Kalau bagi siswa maka lebih bermanfaat guru X, karena mempunyai bidang keterampilan yang alngsung dapat dimanfaatkan. Tapi pemerintah nampaknya kurang menghargai guru multi tersebut. Misal dalam DUPAK, S-1 bidang lain hanya dihargai 5 poin (sama dengan 5 kali seminar), sungguh suatu penghargaan yang sangat rendah, padahal manfaat bagi siswanya luar biasa. Dalam sertifikasi , hanya di akui satu bidang saja.adahal bukan tidak mungkin seseorang profesional dalam bidang lainya.

Rabu, 23 Maret 2011

Ketahanan tubuh alamiah (innate immunity)


Ketahanan tubuh yang bersifat alamiah (innate immunity) sejak manusia/individu lahir, di dalam tubuhnya telah dilengkapi dengan seperangkat sistem kekebalan tubuh yang sudah siap menghadapi suatu serangan. Sistem kekebalan tersebut antara lain sebagai berikut:
Ketahanan Tubuh yang Bersifat Fisik
1. Kulit. Kulit merupakan salah satu barier pertama tubuh untuk melindungi diri dari serangan yang berasal dari luar tubuh. Oleh karena itu bila terjadi kerusakan kulit yang meluas, maka tubuh tidak akan mampu melindungi dirinya, sehingga orang yang bersangkutan akan mudah mengalami infeksi dan sering kali membawa kematian.
2. Silia. Silia merupakan rambut sel yang berperan untuk menyapu atau melarang patogen masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu bila terjadi gangguan sel-sel yang bersilia, misalnya pada sistem genitalia atau sistem pernapasan, maka orang yang bersangkutan sangat mudah mengalami infeksi.
3. Selaput lendir. Selaput lendir merupakan bahan yang dibentuk atau disekresi oleh set untuk melindungi diri dari patogen yang masuk ke dalam tubuh. Secara konseptual, selaput lendir ini selain mengandung suatu enzim proteolitik untuk membunuh patogen yang masuk ke dalam tubuh, juga berfungsi untuk melindungi kontak secara langsung antara membran sel dengan patogen.
Ketahanan Tubuh yang Bersifat Seluler
1. Fagosit. Sel ini berperan untuk memfagositosis setiap patogen yang masuk ke dalam tubuh. Sering kali kemampuan set ini untuk melakukan fagositosis dipengaruhi oleh faktor komplemen. Contoh dari fagosit, antara lain monosit, dan neutrofil (polymorforfonuclear/ PMN).
2. Sel NK. Sel NK (Natural Killer cell) merupakan sel pembunuh alamiah, yaitu mempunyai kemampuan untuk membunuh set abnormal (set yang mengalami mutasi) dan set yang terinfeksi oleh virus.
Ketahanan Tubuh yang Bersifat Larutan
Ketahanan tubuh yang bersifat larutan ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
1. Ketahanan tubuh yang bersifat biokimia. Contohnya antara lain asam lambung, lisozim, dan laktoferin. Telah diketahui bahwa makanan yang dikonsumsi manusia tentunya banyak mengandung mikroorganisme patogen. Jika mikroorganisme patogen ini masuk ke dalam tubuh, maka dapat timbul suatu penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, asam lambung merupakan salah satu pertahanan terdepan yang berperan dalam membunuh patogen yang masuk melalui makanan. Lisozim adalah suatu enzim proteolitik yang dihasilkan oleh sel dan disimpan pada kantung lisosom. Lisozim berperan dalam membunuh patogen yang berada di dalam sel, yaitu patogen yang telah difagositosis oleh fagosit.
2. Ketahanan tubuh yang bersifat humoral. Ketahanan tubuh yang bersifat humoral dapat berupa komplemen dan C-Reactive Protein (CRP). Kedua bahan ini dihasilkan oleh sel hati karena adanya rangsangan sitokin proinflamasi seperti TNF-a dan IL-6. Bahan ini sangat berperan pada reaksi inflamasi seperti opsonisasi dan dilatasi pembuluh darah.
Pustaka
Patobiologi Molekuler Kanker Oleh I Ketut Sudiana

Model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik


Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu optimal, karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik, salah satunya adalah metodologi mengajar. Pembelajaran/pengajaran merupakan istilah kunci yang hampir tidak pernah luput dari pembahasan mengenai pendidikan karena hubungan yang erat antara keduanya. Metodologi pembelajaran/pengajaran harus dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar pendidik. Jika menurut peserta didik, cara mengajar pendidik menarik, peserta didik akan tekun, rajin, dan antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan pada peserta didik baik tutur kata, tingkah laku, motorik, dan gaya hidupnya.Banyaknya metodologi pembelajaran mengharuskan pendidik memiliki metode mengajar yang beragam. Dalam proses belajar mengajar, pendidik tidak menggunakan hanya satu metode, tetapi harus bervariasi, yaitu disesuaikan dengan tipe belajar peserta didik dan kondisi serta situasi yang ada pada saat itu. Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik dapat terwujud/tercapai.
Kata metodologi berasal dari bahasa Latin yakni meta yang berarti jauh (melampaui) dan hodos yang berarti jalan (cara). Metodologi adalah ilmu mengenai cara mencapai tujuan. Dengan demikian, metodologi pengajaran adalah ilmu yang mempelajari cara untuk melakukan aktivitas yang sistematis dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik, yang berarti tercapainya tujuan pengajaran. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, pendidik harus mengetahui, mempelajari, dan mempraktikkan beberapa metode mengajar pada saat mengajar.
Pembelajaran atau Pengajaran
Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian materi ajar kepada siswa agar dapat menerima, menanggapi, menguasai, dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Tyson dan Caroll (1970) mengemukakan bahwa mengajar adalah “A way working with students…a process of interaction, the teacher does something to student, the students do something in return”, Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan suatu cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar.
Tardif (1989) mendefinisikan mengajar sebagai tindakan yang dilakukan seseorang (pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (peserta didik) melakukan kegiatan belajar. Biggs (1991), seorang ahli psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu:
Kuantitatif
Mengajar diartikan sebagai transmission of knowledge, yakni penyebaran pengetahuan. Dalam hal ini, guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada peserta didik dengan sebaik-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya peserta didik bukan tanggung jawab pendidik.
Institusional
Mengajar adalah penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini, pendidik dituntut untuk selalu siap menyesuaikan berbagai teknik mengajar terhadap peserta didik yang memiliki berbagai macam tipe belajar, bakat, kemampuan, dan kebutuhan.
Kualitatif
Mengajar adalah upaya memfasilitasi pembelajaran (facilitation of learning), yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar peserta didik mencari makna dan pemahamannya sendiri.
Metode Pembelajaran atau Pengajaran Metode ceramah
Metode ceramah (preaching method) adalah sebuah metode pengajaran dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa, yang pada umumnya mengikuti secara pasif (Syah M., 2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli serta daya paham peserta didik. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah:
1. Membuat peserta didik pasif.
2. Mengandung unsur paksaan kepada peserta didik.
3. Mengandung sedikit daya kritispeserta didik (Daradjat, 1985).
4. Bagi peserta didik dengan tipe belajar visual akan lebih sulit menerima pelajaran dibandingkan dengan peserta didik yang memiliki tipe belajar audio.
5. Sukar mengendalikan sejauh mana pemahaman belajar peserta didik.
6. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme.
7. Jika terlalu lama dapat membuat jenuh (Djamarah, S.B., 2000).
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah:
1. Pendidik mudah menguasai kelas.
2. Pendidik mudah menerangkan banyak bahan ajar berjumlah besar.
3. Dapat diikuti oleh peserta didik dalam jumlah besar.
4. Mudah dilaksanakan (Djamarah, S.B., 2000).
Metode diskusi
Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan metode diskusi sebagai metode mengajar yang sangat berkaitan dengan pemecahan masalah (problem solving). Metode ini sering disebut sebagai diskusi kelompok dan resitasi/pelafalan bersama (socialized recitation). Tujuan metode diskusi dalam proses belajar mengajar adalah:
1. Mendorong peserta didik berpikir kritis.
2. Mendorong peserta didik mengekspresikan pendapatnya secara bebaS.
3. Mendorong peserta didik menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama.
4. Mengambil satu atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang cermat.
Kelebihan metode diskusi adalah:
1. Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.
2. Menyadarkan peserta didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang Iebih baik.
3. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan peserta didik bersikap toleransi (Djamarah, S.B., 2000).
Kelemahan metode diskusi adalah:
1. Tidak dapat digunakan dalam kelompok yang besar.
2. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3. Cenderung dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
4. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Djamarah, S. B., 2000).
Metode demontrasi
Metode demonstrasi adalah metode pengajaran dengan cara memperagakan benda, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan (Syah M., 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan ajar (Djamarah, S. B., 2000).
Manfaat psikologis pengajaran dari metode demonstrasi adalah:
1. Perhatian peserta didik dapat lebih dipusatkan.
2. Proses belajar peserta didik lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
3. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri peserta didik (Daradjat, 1985).
Kelebihan metode dernonstrasi adalah:
1. Membantu peserta didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
2. Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
3. Kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya (Djamarah, S. B., 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut:
1. Peserta didik kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang akan diperagakan.
2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
3. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang
menguasai apa yang didemonstrasikan (Djamarah, S. B., 2000).
Metode ceramah plus
Metode ceramah plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Terdapat tiga macam metode ceramah plus yaitu:
1. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
Metode ini adalah metode pengajaran yang menggabungkan antara ceramah dan tanya jawab serta pemberian tugas. Tata Cara metode campuran ini adalah:
a. Penyampaian materi oleh pendidik.
b. Pemberian peluang tanya jawab antara pendidik dan siswa.
c. Pemberian tugas kepada siswa.
2. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengombinasiannya, yaitu pertama pendidik menguraikan materi ajar, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
3. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan dan memperagakan materi serta latihan keterampilan.
Metode resitasi
Metode resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan metode resitasi adalah (Djamarah, S. B., 2000):
1. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
2. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab, dan mandiri.
Kelemahan metode resitasi adalah sebagai berikut:
1. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan, yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan temannya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
2. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
3. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.
Metode eksperimental
Metode eksperimental atau percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada peserta didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan (Djamarah, S. B., 2000). Metode eksperimental merupakan suatu metode mengajar yang menggunakan alat tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali, misalnya percobaan kimia di laboratorium.
Kelebihan metode eksperimental adalah:
1. Metode ini dapat membuat peserta didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata pendidik/pengajar atau buku.
2. Peserta didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi tentang ilmu dan teknologi.
3. Dengan ini, diharapkan terbina peserta didik yang akan menciptakan terobosan atau penemuan baru yang dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kelemahan metode eksperimental adalah:
1. Tidak cukupnya ketersediaan alat menyebabkan tidak setiap peserta didik berkesempatan mengadakan eksperimen.
2. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, peserta didik harus menunggu untuk melanjutkan pelajaran.
3. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Metode study tour
Study four (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan basil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.
Kelebihan metode study tour adalah:
1. Metode ini menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
2. Membuat materi yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
3. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kelemahan metode study tour adalah:
1. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
2. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
3. Dalam study tour, unsur rekreasi sering kali lebih menjadi prioritas daripada tujuan utama, sehingga unsur studi terabaikan.
4. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik peserta didik di lapangan.
5. Biayanya cukup mahal.
6. Memerlukan tanggung jawab pengajar/pendidik dan sekolah atas kelancaran metode ini dan keselamatan peserta didik, terutama untuk study tour jangka panjang dan jauh.
Metode latihan keterampilan (drill method)
metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ke tempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (mis, membuat tas dari mute). Metode ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.
Kelebihan metode latihan keterampilan adalah:
1. Meningkatkan kecakapan motorik, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
2. Meningkatkan kecakapan mental, seperti dalarn perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda simbol.
3. Dapat membentuk kebiasaan dan meningkatkan ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kelemahan metode latihan keterampilan adalah:
1. Menghambat bakat dan inisiatif peserta didik karena peserta didik lebih sering diarahkan untuk melakukan kebiasaan bukan keterampilan nalisis.
2. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3. Kadang kala latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan menjenuhkan.
4. Dapat menimbulkan verbalisme.
Metode pengajaran beregu (team teaching method)
Metode pengajaran beregu adalah suatu metode mengajar dengan jumlah pendidik lebih dari satu orang, yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, masing-masing pendidik membuat soal, kemudian digabungkan. Jika ujian lisan, peserta didik yang diuji harus langsung berhadapan dengan tim pendidik tersebut.
Peer teaching method
Metode peer teaching atau pengajaran oleh teman sejawat adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.
Metode pemecahan masalah (problem solving method)
Metode ini adalah suatu metode mengajar dengan memberikan soal latihan kepada peserta didik kemudian diminta pemecahannya.
Project method
Project method atau metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai objek kajian.
Kelebihan project method adalah:
1. Memperluas pola pikir peserta didik dan menyeluruh dalam memandang serta memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2. Melalui metode ini, peserta didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kelemahan project method adalah:
1. Kurikulum yang berlaku di negara kita scat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
2. Pengaturan penyusunan materi pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus
dari pendidik.
3. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan peserta didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
4. Materi pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
Teileren method
Teileren method atau metode bagian adalah suatu metode mengajar dengan memberikan materi secara bertahap/sebagian-sebagian, misalnya paragraf per paragraf kemudian dilanjutkan lagi dengan paragraf lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya.
Metode global (Gauze method )
Metode global adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik membaca keseluruhan materi kemudian membuat resume atau kesimpulan dari apa yang mereka baca.
Nah, dari semua model pembelajaran yang sudah diterangkan di atas, manakah model pembelajaran yang tepat untuk peserta didik Anda?
Daftar Pustaka
Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan Oleh Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep

Kamis, 03 Maret 2011

Pendidikan dan Kesehatan

pendidikan dan kesehatan merupakan fondamen penting dalam kehidupan ini. Tanpa itu semua kegiatan dalam hidup ini tidak dapat dijalankan dengan lancar.. pendidikan sebagai fondamen dalam berfikir kritis logis dan inovatif sedangkan kesehatan sebagai fondamen kekuatan tubuh, jika tubuh mau berdiri tegak maka kesehatan harus dijaga. sehingga pendidikan dan kesehatan berhubungan erat dan saling menyokong dalam peningkatan masa depan yang lebih cerah dan menyongsong masa depan yang lebih terjamin.